Profil

Pandu Hindrata β€” Telegram Bot Developer

Pandu Hindrata

πŸ“ Batam, Kepulauan Riau, IndonesiaΒ·panduhindrata24@gmail.com

Tentang Saya

Saya adalah automation builder otodidak dari Batam, Indonesia. Saya fokus pada pembuatan sistem Telegram bot kustom, backend automation workflow, dan tools yang terhubung API untuk operasional bisnis nyata β€” bukan hanya kode yang bekerja di demo, tetapi sistem yang tetap stabil ketika produksi sedang padat.

Perjalanan saya ke dunia otomasi tidak dimulai dari bangku kuliah. Berawal dari pengamatan nyata: sebagian besar bisnis kecil dan menengah di Indonesia menghabiskan berjam-jam setiap hari untuk tugas-tugas yang sebenarnya bisa ditangani otomatis oleh sistem yang tepat. Frustrasi itulah yang menjadi fondasi dari semua yang saya bangun hari ini.

Saya mulai belajar cara menghubungkan berbagai hal β€” REST API, webhook, database MySQL, dan platform pesan. Seiring waktu, saya menyadari bahwa Telegram adalah channel otomasi yang paling praktis untuk bisnis di Indonesia. Platform ini sudah ada di mana pengguna berada β€” tidak ada hambatan adopsi, tidak perlu menginstal aplikasi baru, tidak ada kurva belajar bagi pengguna akhir.

Wawasan itu menjadi fondasi Printah β€” platform produktivitas digital yang saya bangun dari nol. Apa yang awalnya hanya proyek pribadi berkembang menjadi sistem nyata dengan pemrosesan dokumen, pembuatan QR code, manajemen akses user, simulasi workflow pembayaran, sistem notifikasi admin, dan layer backend API. Membangun Printah berarti menyelesaikan masalah engineering nyata: crash produksi di bawah beban tinggi, manajemen connection pool MySQL, kegagalan timing webhook, konfigurasi Nginx reverse proxy, manajemen proses PM2, dan pipeline deployment yang benar-benar bekerja saat sistem ditekan.

Tantangan nyata itulah yang membentuk cara saya membangun sistem hari ini: praktis, mudah dirawat, dan siap produksi sejak hari pertama.

Cara Saya Berpikir Tentang Otomasi

01

Otomasi yang baik tidak terasa seperti teknologi. Sistem bot terbaik adalah yang tidak membuat pengguna berpikir tentang 'alat teknis' β€” ia hanya menyelesaikan pekerjaan, mengirim pesan yang tepat pada waktu yang tepat, dan tidak menghalangi.

02

Saya mendekati setiap sistem yang saya bangun dengan tiga pertanyaan: Apakah ini benar-benar mengurangi kerja manual? Bisakah seseorang merawatnya enam bulan dari sekarang tanpa saya? Apakah akan bertahan ketika sistem sedang sibuk?

03

Jika jawabannya ya untuk ketiganya, sistem siap untuk produksi.

Pengalaman Kerja

Founder & Automation Systems Developer

TEKNOLOGI KARYA MUDA

September 2025 β€” Sekarang

Mendirikan Teknologi Karya Muda dan membangun Printah, platform otomasi digital berbasis Telegram, dari nol. Memimpin seluruh siklus produk β€” dari arsitektur sistem dan pengembangan backend hingga deployment VPS, troubleshooting produksi, dan desain workflow pengguna. Membangun fitur utama termasuk sistem perintah Telegram bot (GrammY), manajemen akses user, pembuatan QR code, pemrosesan dokumen, simulasi workflow pembayaran, dan layer notifikasi admin menggunakan Node.js, MySQL, PM2, Nginx, dan Docker.

Assistant Surveyor

PT KARYA PUTRA KARIMUN

April 2025 β€” Mei 2026

Bekerja sebagai Assistant Surveyor di Batam, Kepulauan Riau, mengelola pengukuran lapangan dan tugas administrasi survei dalam lingkungan kerja gabungan. Pengalaman ini memperkuat perspektif inti yang secara langsung membentuk cara saya membangun sistem otomasi hari ini: setiap operasional nyata memiliki inefisiensi dan bottleneck yang bisa diatasi teknologi β€” jika solusinya dirancang berdasarkan cara orang benar-benar bekerja, bukan hanya berdasarkan apa yang secara teknis mungkin dilakukan.

Perjalanan Belajar

Automation & Backend Developer Otodidak

Dibangun melalui proyek nyata, dokumentasi, dan pemecahan masalah produksi

2023–Sekarang

Semua yang saya ketahui tentang Telegram bot development, backend automation, API integration, dan VPS deployment dibangun melalui praktik langsung β€” membaca dokumentasi resmi, merusak sistem di lingkungan pengujian, men-debug kegagalan produksi di tengah malam, dan terus-menerus berkembang berdasarkan umpan balik dunia nyata.

Membangun Printah dari nol adalah pengalaman belajar paling intensif. Ini memaksa saya memahami bukan hanya cara menulis kode, tetapi cara merancang arsitektur sistem yang berjalan andal dalam kondisi nyata β€” menangani pengguna secara bersamaan, mengelola koneksi database, menyusun webhook handler yang tidak kehilangan pesan, dan menyiapkan infrastruktur yang bisa dirawat jangka panjang.

Saya tidak memiliki gelar ilmu komputer. Yang saya miliki adalah rekam jejak sistem yang benar-benar bekerja di produksi.